by

Tanean Lanjhang Rumah Tradisonal Khas Masyarakat Madura

Tanean Lanjhang Rumah Tradisonal Khas Masyarakat Madura. pulau madura secara teritorial masuk dalam wilayah jawa timur, pulau yang terpisah dari kota surabaya ini memiliki luas sekitar 5.198 km kubik lebih kecil dar pulau bali, pulau madura dikenal sebagai pulau garam karena penduduk dipesisir pantai pulau madura yang umumnya nelayan juga memanfaatkan sumber daya alam yang berhadapan langsung dengan laut.

Masyarakat madura memang dikenal keras dan disiplin, gaya bicara yang blak-blakan membuat masyarakat madura kadang dikenal sebagai masyarakat yang memiliki tipikal tempramental, tidak heran jika dipulau madura ada sebuah tradisi tarung nyawa yang biasa kita kenal dengan istilah carok, dimana pertarungan adu nyawa ini lebih erat dengan pembelaan harga diri keluarga dan pribadi, walaupun saat ini sudah terlihat jarang dilakukan namun carok masih terlihat dibeberapa daerah di madura yang masih mempertahankan tradisi ini ketimbang mencari jalan keluar lewat jalur hukum.

Pulau madura juga dikenal sebagai salah satu tempat wisata yang menarik di jawa timur, banyak sekali tempat atau objek wisata yang bisa kita kunjungi, mulai dari wisata alam pantai di pesisir utara madura, wisata sejarah dan juga wisata religi yang menarik untuk kita kunjungi, dalam kehidupan sosial budaya, masyarakat madura juga dikenal sangat menjunjung tinggi ada dan tradisi, salah satunya dalam hal membangun sebuah rumah, walaupun saat ini telah banyak mengalami pergeseran dalam sosial akibat lajunya teknologi tetapi sebagain besar masyarakat masih tetap mempertahankan ciri khas bangunan rumah yang kita kenal dengan nama Tanean Lanjhang.

Rumah Khas Madura Tanean Lanjhang

Tanean Lanjhang merupakan sebuah kumpulan rumah dalam sesbuah bidang tanah, bangunan ini memiliki ciri khas tersendiri karena terpisah antar bangunan, setiap rumah memiliki keterkaitan keluarga yang erat hanya terpisah dengan tananaman atau pohon atau lahan grapanannya, secara hirarki ada pembagian wilayah dengan merujuk arah mata angin dalam pembagian rumah pada tanean lanjhang ini.

Misalnya untuk bagian arah timur dan barat, menunjukkan posisi keluarga yang tua dan muda, adanya sisitem pembagian ini memiliki keterkaitan yang erat dan kedekatan yang kuat antar keluarga, pada tata letak rumah tanean lanjhang ini, cukup unik karena rumah induk dibuat terpisah dengan dapur, kamar kecil serta tempat untuk menerima tamu atau kumpul keluarga, terpisah antar bangunan, sehingga jika kita berkumpul bersama keluaga , kita akan ditempatkan pada bangunan tersendiri yang disebut Langgar.

pemisahan bangunan ini masih dalam satu areal tanah, bangunan terpisah inilah yang membuat tanean lanjhang menjadi unik yang berbentuk melingkar dengan bangunan yang terpisah antara satu dengan yang lainnya baik rumah induk, dapur, kamar kecil, ruang tamu maupun kandang hewan semuanya terpisah dan memiliki jarak tersendiri. Keberadaan tanean lanjhang sendiri diawali dengan adanya sebuah rumah induk yang di sebut Tonghuh.

Tonghuh inilah cikal bakal adanya tanean lanjhang, karena tonghuh berawal dari sebuah keluarga kecil yang kemdian hari memiliki anak, dari anak ini nantinya pihak keluarga tersebut akan membagi bagi kelompok-kelompok dari anak pertama hingga anak terakhir, sama halnya dengan tanean lanjhang, tonghuh juga memiliki ruangan yang berbeda antar bangunan dimana ruang tamu atau langgar, dapur dan kamar kecil terletat terpisah antara satu dengan lainnya dalam bentuk melingkar.

Terkikisnya Bangunan Tradisional Madura

Pada era saat ini sejak pertengahan tahun 2000an ada perubahan yang tampak pada masyarakat di pulau madura, dimana bangunan rumah mulai bergeser ke arah modern, jika kita perhatikan di kawasan kota bangkalan, sudah sangat jarang kita temui rumah dengan ciri khas madura, walaupun secara umum desain rumah tersebut masih menyisakan ciri khas bangunan tradisional tetapi dalam bentuk sebenarnya rumah tersebut sudah berbeda jauh dari aslinya.

Rumah masyarakat madura saat ini khususnya di kawasan perkotaan sudah tidak melakukan pemisahn antara dapur, kamar kecil dan ruang tamu, umumnya sudah menyatu dalam satu rumah induk, hal ini tidak saja terjadi di kota, di daerah perkampungan juga banyak terjadi pergeseran dimana rumah induk menjadi rumah pada umumnya tidak ada lagi tempat yang terpisah antar bangunan, yang masih terjaga kelestarinnya adalah bangunan langgar

Namun langgar disini hanya sebagai tempat sholat dan bersantai bagi keluarga sedangkan untuk menerima tamu secara khusus mereka lebih mengandalkan rumah induk, tetapi tradisi berkumpulnya rumah dalam satu areal masih kita jumpai di daerah perkampungan dimana sistem rumah lanean lanjhang masih terjaga dengan baik karena dalam satu areal tersebut tetap berdiri rumah-rumah keluarga secara melingkar walaupun semua bagian rumah telah menaytu dalam satu rumah kecuali adanya langgar yang tetap terpisah dari rumah utama.

Tidak semua rumah bergaya modern di perkampungan, masih ada beberapa keluarga yang masih tetap mempertahankan tradisi dan budaya tanean lanjhang di areal tanah mereka, namun jumlahnya sudah berkurang, tentu saja kedepannya masih tetap ada rumah tradisional yang masih asli yang bisa kita lihat walaupun perlahan-lahan sudah mulai terkikis dengan adanya perkembangan zaman yang masuk ke pulau madura secara bertahap

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Trending