by

Membuat SIM dengan Cara Murni atau Nembak? Pilihanmu yang Menentukan

Membuat SIM dengan Cara Murni atau Nembak? Pilihanmu yang Menentukan. SIM kepanjangan dari surat izin mengemudi, surat izin yang berbentuk kartu ini diguanakan sebagai tanda bahwa si pengendara kendaraan bermotor sudah sudah dinyatakan lulus persyaratan dalam berkendara, sehat jasmani dan rohani, semuanya melalui proses beberapa tahap dalam pembuatannya. Ngomong-ngomong soal kartu dan surat, di indonesia memang rada unik, sebagian istilah ada yang berbeda, kalau namanya kartu maka istilahnya surat kalau namanya surat maka bentuknya ya kartu

Contohnya Kartu keluarga, ternyata bentuknya lembaran surat keterangan kependudukan, kemudian Surat izin mengemudi atau SIM bentuknya malah kartu, unik ya hahaha tetapi aku sendiri belum tahu juga kenapa berbada dalam penyebutan dan bentuknya, tapi ga apa-apalah namanya juga negara +62 kalau ga aneh ya gak asyik, nah balik lagi ke kartu SIM ini, prosesnya agak sedikit rumit ketimbang aku mengurus NPWP kemarin, bagi yang ingin mengetahui cara membuat NPWP simak saja di Cara Mengurus NPWP Untuk Freelancer Ternyata Sangat Mudah dan Cepat

Untuk membuat sim, ada beberapa persyaratan yang mesti aku siapkan, selkain KTP juga wajib ada surat keterangan sehat dari dokter, untuk jenis ini kalian bisa memintanya di pukesmas terdekat, awalnya aku juga bingung mesti ke dokter mana? tetapi menurut informasi kita ga perlu capek-capek ke dokter tetapi cukup ke pukesmas saja dan disana sudah tersedia formnya tersendiri tinggal kita isi, nah di pukesmas inilah aku mendapatkan surat keterangan sehat dari dokter pukesmas, gak lama kok cuma sebentar saja.

Setelah dua persyaratan tersebut ada aku berangkat ke polresta di kotaku, apakah mesti ke polresta untuk membuat sim? gak juga kok, sekarang sudah ada pelayanan sim keliling dari kepolisian, aku ke polresta karena jaraknya saja yang dekat dan lagi langsung kepusat pembuatannya, nah sampai disana seperti biasa ya gak sah deh kalau nggak ngantri, cuma ya kadang namanya masyarakat kita kalau disuruh ngantri ya gitu ga bisa sabaran hahaha…

Untuk langkah pertama aku diarahkan untuk mengisi segala macam yang berhubungan dengan identitas diri, ini penting lho agar data kita bisa tersimpan dan terekam pada sistem database kepolisian, jadi kalau ada apa-apa nantinya ya pihak kepolisian akan mengetahui jejak kita. Setelah mengisi, aku diminta menunggu kembali panggilan, ya sabar saja namanya juga urusan administrasi memang mesti begini, jadi santai saja.

Tiba giliranku, aku diminta masuk ke salah satu ruangan, disini kita akan ditanya singkat saja, selanjutnya kita diminta untuk berfoto mulai dari wajah, scan mata, scan jari dan sebagainya, kemudian  setelah selesai aku diminta menunggu kembali untuk proses selanjutnya, apa itu ? ternyata kita diminta untuk masuk dalam ruangan ujian teori ! wah kayak mau ngadepin ujian nasional saja hahaha…

Akhirnya tiba giliran ku masuk ke ujian teori bersama sejumlah peserta lainnya, diruangan tersebut telah tersusun secara rapi jejeran komputer dengan sistem jaringan, kita tidak melakukan ujian teori secara manual tetapi sudah ada materinya di komputer yang bisa kita isi jawabannya sesuai dengan petunjuk, kita diberikan waktu untuk menyelesaikan tugas ujian ini, aku sebenarnya bingung juga, lha lama gak pernah lagi ikuti ujian sekolah sekarang malah ikuti ujian dari kepolisian hahaha..

Aku mengisi semuanya entah benar atau salah ya aku isi saja toh semua jawabannya adalah pilihan A,B,C atau D, setelah waktu berakhir ternyata hasilnya langsung akan diumumkan saat itu juga, jelas saja aku rada kecut lha aq jawabnya ngasal saja,  kan malu dong kalau ga lulus ditempat ya hahaha… setelah beberapa saat komputer mengacak,,eeiiittt tanpa disangka aku dinyatakan lulus !! woow luar biasa ya hahaha…

Nah setelah lulus ujian teori ini, aku dikasi surat kelulusan dan diminta menuju ke loket terakhir, disini aku berpikir bahwa ini adalah untuk pengurusan SIM, minimal ngurus pengambilannya kapan, ehh perkiraanku meleset, aku diminta kembali untuk ujian praktek, walah belum selesai toh ?? akhirnya aku membawa kertas ujian praktek menuju lapangan ujian, di sana sudah ada petugas yang menangani ujian praktek ini, aku melihat situasi praktek lapangan tersebut, ada bulatan angka delapan yang disisi tepi nya ada balok-balok pembatas.

Kemudian tempat satunya kita akan melewati sebuah jalan sempit dimana setiap sisinya ada balok balok pembatas juga, syarat lolos ujian praktek ini hanya satu, kita tidak boleh menjatuhkan balok tersebut dan kaki tidak boleh jejak ke tanah saat motor berjalan, awalnya aku anggap mudah saja, kebetulan aku menggunakan motor abangku jenis mio, saat giliran ku tiba, aku mulai berusaha melewati jalan yang sempit tersebut, ehhh ternyata aku ga bisa melewatinya dengan baik, balok balok pada berjatuhan hahaha..

Gagal di sesi pertama, aku masuk di sesi kedua angka delapan, sebenarnya pada angka delapan tidaklah terlalu sulit namun karena sejak awal jatuh di ujian pertama, aku rada grogi juga melewati angka delapan, hasilnya balok kayu pembatas pun jatuh aku senggol hahaha… hasil ujian praktek ini aku dinyatakan gagal dan diminta mengulang kembali beberapa hari mendatang. Dengan wajah kecewa aku pulang kerumah.

Sorenya aku iseng ngobrol dengan beberapa teman soal gagalnya aku buat sim, ada teman yang menyarakan untuk nembak.. nembak ? apanya yang ditembak ? pikirku, rupanya maksud teman itu kalau kita punya teman di jajaran kepolisian minta bantu saja ambilkan simnya karena toh kita telah lulus ujian teorinya dan juga semua administrasinya sudah terdata.

Aku berpikir ya gak apalah ntar aku bisa balik lagi minggu depan, kata temanku ” iya kalau kamu lulus, kalau gak? mau smapai kapan?  itu ujiannya memang sulit mending kamu cepetan urus , ini musimnya rezia gabungan lagi” . bener juga, lalu aku mencoba hubungi kenalanku yang seorang polisi lalu lintas yang hampir tiap pagi aku ketemu dia di perempatan jalan. saat aku temui dia, dia mengatakan bisa jika kita sudah melengkapi administrasinya di polres, dia akan bantu mengurus simku dengan biaya murah

Artinya biayanya bertambah sedikit saja karena aku anggap itu adalah jasa bantuannya sih, anggap saja uang bensin dan rokok bukan uang suap lo karena pada dasarnya aku sudah mengikuti smeua aturan yang berlaku hahaha… tak berapa lama selang setengah hari saja, temanku datang dan memberikan SIM atas namaku, aku teriak yesss hahaha..akhirnya aku punya sim juga hahaha…

Kesimpulannya membuat SIM memang gak sulit cuma membutuhkan syarat KTP dan surat kesehatan dari dokter, hanya prosesnya saja yang panjang, itupun jika kita gagal dalam mengikuti ujiannya, dan mesti balik lagi dalam waktu tertentu, aku tidak merekomendasikan kalian untuk meminta bantuan orang ketiga untuk memproses pembuatan simnya, ikuti saja semua proses yang telah ditetapkan.

Jika kalian gagal di ujian praktek, lakukan sekali lagi, jika toh gagal, ya pilihannya ada ditangan kalian, mengulang lagi atau cari alternatif seperti yang aku lakukan, toh semuanya sudah kita lakukan, setidaknya kita butuh bantuan juga, iya kan ?

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Trending