Annisa Residence Tempatku Kembali Tanpa Kehadiran Seorang Ibu

Annisa Residence Tempatku Kembali Tanpa Kehadiran Seorang Ibu. Awal Tahun 2019 sebuah langkah awal aku mulai mencari sebuah rumah, karena rumah yang aku dan ibuku tempat selama ini bukan rumah pribadi tetapi hanya sekedar menumpang di sebuah rumah kecil dari orang yang mulia bernama Asnari (Almarhum).

Selama hidup bersama dengan ibu, kurang lebih 7 tahun sejak bapakku tiada tahun 2012, aku banyak ditempa dengan permasalahan hidup dari ibuku, sejak 2016 memang ibu selalu sakit sakitan, pernah menginap di sebuah rumah sakit di kota pontianak selama 2 minggu.

Di sela sela merawatnya, ibu pernah berkata padaku ” nak, emak dengar kamu punya pacar”, tanya ibu, aku menjawab dengan pelan dan hati-hati ” iya mak tetapi kami jarang bertemu”. Ibu hanya diam lalu berkata ” kamu jangan membuat malu keluarga kita, di sini kita hidup menumpang, ini rumah orang, alangkah baiknya kau upayakan untuk membeli rumah walaupun nyicil di sebuah komplek, kalau kau sudah punya rumah sendiri, kau bebas saja mau mencari istri orang manapun, emak hanya ikut kemanapun kau bawa bersama istrimu kelak”

Pesan di akhir tahun 2018 inilah yang akhirnya menyadarkanku untuk segera mencari sebuah tempat tinggal baru, kebetulan saat itu rejeki masih begitu deras mengalir sehingga aku cukup mudah mencari sebuah rumah di kawasan kubu raya sebuah kabupaten yang berbatasan langsung dengan kota pontianak.

Tahun 2019 aku mendapatkan sebuah hunian yang aku anggap cocok dan ibu juga memang maunya di daerah pinggiran kubu raya dan tidak jauh dari bandara, proses untuk mendapatkan rumah ini memang tidak semulus yang aku perkirakan, banyak hal-hal teknis yang menjadi rintangan.

Awal november 2019, ibu bertanya dengan rumah yang sudah mulai aku bayar DPnya, ” gimana rumah kita nak?” tanyanya, ” masih dalam proses bangun mak, insya Allah awal tahun sekitar febuari 2020 rumahnya selesai” jawabku.

Ibu memandangku dengan wajah berbinar dan berkata ” nanti setelah rumah selesai, kita langsung pindah dak usah menunggu lama-lama lagi supaya kau bisa fokus pada kerjaanmu” kata ibu, aku melihat matanya berkaca-kaca, ya sebuah impian sepanjang hidupnya untuk memiliki sebuah rumah, merantau di kota pontianak tanpa harta apapun dan hidup hanya sekedar menumpang.

Namun takdir memang berkata lain, ucapannya di awal bulan november menjadi kenyataan, keinginannya untuk pindah rumah terwujud tetapi bukan dirumah komplek seperti yang kami rencanakan, beliau kembali ke “rumah” Allah untuk selamanya 25 November 2019, semoga Allah melapangkan kuburmu ibuku sayang…

Rumahku memang belum sepenuhnya rampung, ada beberapa hal yang harus aku benahi, sejak januari 2021 lalu aku berusaha secepatnya untuk merampungkan tambahan bangunan belakang yang aku buat, dengan berbagai usaha yang memang cukup sulit dan banyak kendala, akhirnya april 2021 rumah ini bisa selesai juga walaupun belum sempurna.

Tetapi walaupun belum begitu rampung, rumah ini harus aku tempati agar kedepannya tidak terjadi kerusakan, Annisa residence, sebuah hunian yang aslinya aku persembahkan untuk ibu kini aku tempati tanpa kehadirannya, tetapi rumah ini aku anggap sebagai warisan darinya untukku… sayang selalu untukmu ibu

Rumah ini aku persembahkan untuk mendiang ibu, mudiyah binti sangaran, Bunda seo moms community

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments